31648998
IQPlus, (12/11) - Kementerian Pertanian (Kementan) meyakini produksi pangan dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibuat oleh Presiden Prabowo, mengingat pada tahun 2025 tidak ada tantangan iklim yang mempengaruhi produksi hasil pertanian.
"Untuk di 2025, kita dari Kementan sangat optimis karena pertama kita Insya Allah tidak ada kemarau, kemudian kita sudah melakukan beberapa program seperti pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, sehingga kita yakini untuk mendukung program makan bergizi gratis atau untuk mencukupi ketersediaan pangan kita," kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Yudi Sastro di Jakarta, Senin.
Yudi mengatakan, Indonesia memiliki potensi produksi pangan yang besar, hal itu karena saat ini ada 7,3 juta hektare lahan sawah, dan terus mengupayakan untuk menambah luas lahan tersebut di beberapa daerah.
Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini pihaknya turut menggencarkan program intensifikasi di seluruh lahan baku sawah yang ada, dengan harapan bisa menaikkan produksi sebesar 0,2 ton per hektare.
Ia mengungkapkan alasan produksi beras pada tahun 2023 yang sedikit menurun diakibatkan oleh fenomena alam El Nino, sehingga hal ini berdampak pada hasil produksi beras di Tanah Air.
Adapun merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras di Indonesia pada tahun 2023 yakni sebesar 31,10 juta ton. Angka ini dihitung dari produksi padi sebesar 53,98 juta ton gabah kering giling (GKG) yang dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk. (end/ant)