04554250
IQPlus, (15/2) - Perum Bulog Cabang Banyumas mengoptimalkan kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk mengendalikan lonjakan harga beras di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya yang saat ini mencapai kisaran Rp16.000-Rp17.000 per kilogram.
"SPHP kita optimalkan di seluruh jaringan termasuk jaringan internal, pasar tradisional, maupun pasar modern. Ini kita dropping semua untuk memasok ketersediaan di pasar-pasar dan seluruh jaringan," kata Pimpinan Cabang Perum Bulog Banyumas Rasiwan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.
Ia mengatakan sejak 1 Januari hingga saat ini, Bulog Banyumas telah menggelontorkan lebih dari 2.000 ton beras SPHP di wilayah eks Keresidenan Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan kembali menggelontorkan bantuan pangan di wilayah eks Keresidenan Banyumas untuk alokasi Februari mulai Senin (19/2).
Menurut dia, semua itu dilakukan untuk mengendalikan harga beras di pasaran yang cenderung melonjak dalam beberapa pekan terakhir.
Terkait dengan ketersediaan beras di gudang Bulog Banyumas, dia mengakui jika hingga saat ini masih tersedia sekitar 3.300 ton dan masih terus bertambah karena ada pergeseran dari Semarang dan Jakarta untuk memasok di wilayah eks Keresidenan Banyumas.
"Pergeseran stok dalam waktu dekat yang masih dalam posisi berjalan sekitar 3.000 ton," katanya. (end/ant)