33237801
IQPlus, (29/11) - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melaporkan, penyaluran kredit di periode Januari-September 2023 mengalami pertumbuhan di semua segmen, karena kondisi perekonomian domestik relatif stabil dan laju inflasi masih mampu dikendalikan oleh Bank Indonesia dan pemerintah.
"Kredit BCA mampu bertumbuh di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri. Hal ini selaras dengan solidnya ketahanan perekonomian nasional, serta inflasi yang terkendali di tengah ketidakpastian geopolitik dan perekonomian global," papar Direktur BBCA, Vera Eve Lim saat pelaksanaan Public Expose Live 2023, Rabu (29/11).
Vera menyampaikan, selama sembilan bulan pertama tahun ini, BBCA mencatatkan pertumbuhan kredit yang solid di seluruh segmen, mulai dari UKM, korporasi hingga kredit konsumer. BBCA juga mencatatkan peningkatan transaksi perbankan secara konsisten yang ditopang oleh inovasi berkesinambungan.
Sejalan dengan hal tersebut, lanjut Vera, BBCA juga membukukan pertumbuhan dana giro dan tabungan (CASA), sehingga mendukung pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Likuiditas BBCA juga tercatat pada posisi yang memadai untuk meningkatkan pertumbuhan kredit.
"BCA optimistis untuk terus mendorong penyaluran kredit di berbagai sektor ekonomi, dengan tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian. Di sisi kredit konsumer, kami kembali menyelenggarakan dua kali expo di 2023. Dari kedua event tersebut, kami mampu mengumpulkan tptal aplikasi KPR dan KKB senilai Rp46 triliun atau meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan capaian di 2022.
Pada tahun ini, kata Vera, segmen kredit UKM bertumbuh paling tinggi dibandingkan dengan segmen kredit lainnya. Di Kuartal III-2023, perseroan menyelenggarakan BCA UMKM Fest 2023 yang mampu menjangkau 1.400 UMKM, serta BCA Wealth Summit 2023 yang mencatatkan lebih dari 900.000 pengunjung dalam dua pekan.
"Kemudian di fitur Welma pada aplikasi myBCA, nasabah sudah bisa mulai berinvestasi dari Rp.10.000 saja untuk reksa dana dan mulai dari Rp1.000.000 untuk obligasi FR. Dengan pilihan investasi yang terjangkau ini, kami berharap investasi dapat dilakukan oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda," tutur Vera.
Adanya dukungan berbagai lini bisnis, selama sembilan bulan pertama tahun ini BBCA membukukan pertumbuhan laba bersih 25,8 persen (y-o-y) menjadi Rp36,4 triliun. Per 30 September 2023, total kredit BBCA tercatat meningkat 12,3 persen (y-o-y) menjadi Rp766,1 triliun.
Sementara itu, total DPK per akhir Kuartal III-2023 tercatat Rp1.089 triliun atau meningkat 6,2 persen (y-o-y), sehingga kondisi ini meningkatkan dana CASA. Adapun total volume tansaksi BBCA tercatat meningkat 26,8 persen (y-o-y) menjadi 22 miliar transaksi selama embilan bulan pertama tahun ini. Kanal mobile banking mencatat kenaikan volume transaksi tertinggi, yakni sebesar 43,4 persen (y-o-y).
"Penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan bertumbuh 11,9 persen (y-o-y) menjadi Rp193,2 triliun atau berkontribusi 25 persen terhadap total portofolio pembiayaan per September 2023. BCA berkomitmen menciptakan dampak positif bagi masyarakat melalui beragam program CSR di bawah program Bakti BCA,. ucap Vera. (end/bd)