34433182
IQPlus, (10/12) - Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie berharap perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) segera selesai, sehingga meningkatkan akses produk RI ke kawasan, yang memiliki pasar senilai 17 triliun dolar AS atau Rp269.416 triliun, setara 12 kali PDB Indonesia.
"Proses perjanjian dagang tersebut sudah berlangsung selama hampir sembilan tahun. Indonesia ini bagus kalau bisa membuat IEU-CEPA, karena akan membuka akses kepada kawasan yang (memiliki pasar) 17 triliun dolar AS," kata Anindya saat menjadi pembicara dalam Indonesia-Europe Investment Summit 2024, yang diselenggarakan European Business Chamber of Commerce (EuroCham) di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Senin (9/12/2024).
Apalagi, lanjutnya, perdagangan global kini menghadapi ancaman tarif impor tinggi yang akan diberlakukan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump. Itulah sebabnya, Indonesia harus cepat menyelesaikan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif dengan pasar lain yang besar, seperti Uni Eropa (UE).
Anindya dalam keterangan dikutip di Jakarta, Selasa, mengatakan perjanjian IEU-CEPA juga memberi manfaat bagi UE, mengingat Indonesia penopang 40 persen pasar di Asia Tenggara atau ASEAN. Ia berharap, isu-isu yang ada dapat disiasati agar perdagangan dengan UE dapat berjalan baik.
"Jadi, ini hal strategis buat dua-duanya (Indonesia dan UE). Ini menjadi angin segar," ujar dia. (end/ant)