29747659
IQPlus, (24/10) - Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menekankan pentingnya penjaminan mutu produk ekspor perikanan dan kelautan Indonesia yang dimulai sejak sektor hulu dalam rangka meningkatkan ekspor ke Uni Eropa.
"Tentu penjaminan mutu ini harus dimulai sejak hulu. Karena ini tantangannya. Contoh, bagaimana penanganan ikan di atas kapal, kita ada sertifikasi cara penanganan ikan yang baik (CPIB), cara penanganan ikan yang baik di atas kapal. Itu semua kapal harus punya sertifikat itu," ujar Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ishartini dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Ishartini menyampaikan bahwa terkait ekspor perikanan ke Uni Eropa terdapat tantangan berupa hambatan ekspor baik yang bersifat tarif maupun nontarif.
Untuk yang nontarif berkaitan dengan penjaminan mutu dan hal ini yang banyak ditangani oleh Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan.
"Ini yang banyak ditangani oleh Badan Mutu. Salah satunya tadi mengenai kepatuhan (compliance) terhadap mutu. Ada juga compliance untuk pengelolaan perikanan. Jadi permintaan untuk ikan ini diambil dari perairan yang ada sustainable fisheries, ada fisheries management di sana," katanya. (end/ant)