34140671
IQPlus, (8/12) - Gerakan Menuju Kota Cerdas telah berlangsung sejak tahun 2017 sebagai Program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi dalam siaran pers (7/12) menyatakan Gerakan Menuju Kota Cerdas membantu pemerintah kota dan kabupaten membuat rencana induk pembangunan berbasis inovasi dan teknologi. Sementara, Pemerintah Provinsi berperan menjadi dirigen yang memadukan inisiatif Smart City di kota dan kabupaten di wilayahnya.
"Tahun ini, Kementerian Kominfo mengakselerasi pembangunan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat. Selain itu, untuk Smart City, pesertanya tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Contohnya Kota Sabang di ujung barat Sumatera, Kota Nunukan di Utara Kalimantan, sampai Kabupaten Boven digoel di ujung timur Papua," tuturnya dalam Forum Smart City Nasional di BSD Tangerang, Banten, Kamis (07/12/2023).
Menteri Budi Arie menyatakan inisiatif Smart City selaras dengan Visi Indonesia Emas 2045 yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, sejahtera, berdaya saing dan memiliki pengaruh signifikan terhadap tatanan global.
"Melalui gerakan ini, pemerintah daerah dibimbing untuk melakukan inovasi yang menyentuh semua aspek kehidupan masyarakat. Mulai peningkatan kualitas layanan, penguatan ekonomi, peningkatan SDM hingga keberlanjutan lingkungan," ujarnya
Bahkan, dari segi lingkungan, implementasi Smart City juga berdampak positif dengan memotong emisi serta memperbaiki sistem pengelolaan limbah atau sampah.
"Integrasi aplikasi cerdas pada Smart City, juga dinilai akan memperbaiki sistem transportasi publik serta mengurangi tingkat kriminalitas sebesar 8 s.d 10 persen di suatu kota, ini menurut studi McKinsey," tutur Menkominfo.
Menteri Budi Arie mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam Gerakan Kota dan Provinsi Cerdas. Menurutnya, kerja lintas kementerian dan lembaga akan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
"Karena digitalisasi ini adalah keniscayaan yang akan terjadi bagi bangsa kita, kini dan di masa yang akan datang. Mari berkolaborasi membangun Smart City, semua bergerak demi Indonesia maju," ungkapnya. (end)