05732780
IQPlus, (27/2) - Produsen minyak sawit Indonesia Bumitama Agri membukukan kenaikan laba bersih sebesar 94,7 persen untuk semester kedua yang berakhir pada 31 Desember 2023.
Pada hari Selasa, grup tersebut mengatakan bahwa volume penjualan produk sawit telah meningkat selama periode tersebut, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan.
Laba bersih untuk enam bulan yang berakhir pada 31 Desember 2023 mencapai 1,26 triliun rupiah (S$108,4 juta), dibandingkan dengan laba bersih sebesar 647,4 miliar rupiah yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu.
Hasilnya, laba per saham (EPS) sebesar 727 rupiah, dibandingkan EPS 371 rupiah pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan naik 15,8 persen pada tahun ini menjadi 7,95 triliun rupiah dari 6,86 triliun rupiah.
Untuk setahun penuh yang berakhir pada Desember 2023, laba bersih turun 13,3 persen menjadi Rp2,45 triliun, dari Rp2,83 triliun pada periode yang sama sebelumnya. Hal ini berarti EPS sebesar 1.412 rupiah pada FY2023, dibandingkan 1.618 rupiah pada FY2022.
Pendapatan merosot 2,4 persen menjadi Rp 15,44 triliun dari Rp 15,83 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Grup ini mengaitkan sedikit penurunan kinerja tersebut dengan melemahnya harga jual produk kelapa sawit, meskipun peningkatan volume penjualan sebagian besar mengimbangi penurunan harga tersebut.
Dewan telah mengusulkan pembayaran dividen final untuk setahun penuh. Pembayaran dividen akan menunggu persetujuan pemegang saham pada rapat umum tahunan yang diadakan pada 22 April.
Pada FY2022, Bumitama Agri membayar dividen final sebesar S$0,0442 dan dividen khusus sebesar S$0,0213. (bussinesstimes.com.SG)