22836664
IQPlus, (16/8) - PT Link Net Tbk. (LINK) telah mengalihkan semua hak dan kepentingan dalam, dari dan atas ServeCo yang akan dialihkan kepada XL Axiata Tbk. (EXCL).
Manajemen LINK dalam keterangan tertulisnya Kamis (15/8) menuturkan bahwa perjanjian tersebut dilakukan pada tanggal 22 Mei 2024 sebagaimana diubah berdasarkan Agreement nomor: AMD-035/CSL-LN/XLBTA/VIII/24 tanggal 13 Agustus 2024 dan pada tanggal yang sama dengan tanggal penandatangan Perjanjian Pengalihan Usaha sebesar Rp1.875.000.000.000.
Lebih lanjut Manajemen LINK juga memaparkan LINK dan EXCL juga telah menandatangani perjanjian sewa master dengan Ruang lingkup meliputi Pemasangan, integrasi dan penyewaan jaringan dan/atau fasilitas HFC/FTTH (Layanan HFC/FTTH) bagi XL untuk menyediakan produk HFC/FTTH XL kepada para pelanggan residensial yang dialihkan dari LN kepada XL sesuai dengan Perjanjian Pengalihan Usaha, serta para pelanggan baru yang diakuisisi oleh XL setelah terjadinya Transaksi serta erjangka waktu 10 tahun dan dapat diperpanjang selama periode 5 tahun berdasarkan kesepakatan dan negosiasi Para Pihak.
Ruang lingkup berikutnya adalah Integrasi jaringan FTTH LN ke jaringan FTTH XL, Migrasi jaringan HFC ke jaringan FTTH, Akuisisi pelanggan baru oleh XL setelah Transaksi, LN bertanggung jawab atas operasi pemeliharaan, dan menyediakan Layanan HFC/FTTH sesuai dengan kepatuhan, perjanjian tingkat layanan, dan persyaratan lain sebagaimana ditentukan dalam perjanjian ini.
Para Pihak sepakat bahwa biaya sewa bulanan Layanan HFC/FTTH per pelanggan selama jangka waktu berlangganan produk XL HFC/FTTH oleh pelanggan sebesar Rp 120.000 per Home Connect per bulan untuk penetrasi Home Connect hingga 25% dan sebesar Rp 80.000 per Home Connect per bulan untuk penetrasi Home Connect setelah 25% dengan estimasi potensi pendapatan dari rencana transaksi sewa aset jaringan fiber optik adalah sebesar Rp11.069.207.000.000.
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan diperkirakan dengan transaksi ini maka LINK memiliki kinerja yang bagus kedepannya, diantaranya mampu menghasilkan pendapatan dan laba bersih dengan pertumbuhan yang positif serta Perseroan mampu mengurangi Beban Keuangan.
LINK diperkirakan akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dengan proyeksi kenaikan sebesar Rp 264 miliar per tahun dibanding tidak melakukan Rencana Transaksi dan diperkirakan akan dapat mengurangi beban keuangan rata-rata sebesar Rp 88 miliar per tahun dan laba bersih yang lebih tinggi dengan rata-rata kenaikan sebesar Rp 139 miliar per tahun dibanding tidak melakukan rencana transaksi.
Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena LINK dan EXCL dikendalikan oleh pihak yang sama yaitu Axiata Group Berhad, (AGB) dan XL juga merupakan pemegang saham LINK dengan kepemilikan 550.316.196 saham yang mewakili 19,22% saham Perseoan.
Selain itu terdapat kesamaan anggota-anggota manajemen antara LINK dan EXCL yaitu Shridhir Sariputta Hansa Wijayasuriya yang menjabat sebagai Presiden Komisaris LINK dan Komisaris XL, Vivek Sood yang menjabat sebagai Komisaris LINK dan Komisaris XL, serta Dian Siswarini yang menjabat sebagai Komisaris LINK dan Presiden Direktur XL.
Manajemen LINK menambahkan rencana Transaksi merupakan transaksi material yang mengandung Transaksi afiliasi sehingga memerlukan persetujuan dari Pemegang Saham dalam RUPS Independen yang akan digelar pada tanggal 23 September 2024. (end)