18730189
IQPlus, (7/7) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan bahwa sistem teknologi informasi (IT) untuk BPR/BPRS, yang dikembangkan dengan anggaran Rp160 miliar pada 2025, akan mengadopsi standar keamanan siber yang kuat dan setara dengan sistem milik LPS sendiri.
"Jadi, kenapa saya berani mengeluarkan ide untuk meluncurkan IT BPR, karena saya yakin cyber security LPS kuat sekali. Kalau tidak kuat, saya tidak berani," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, dalam acara Temu Media, di Kantor LPS, Jakarta, Jumat.
Purbaya mengatakan, sistem IT untuk Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) akan dikelola sepenuhnya oleh LPS tanpa melibatkan pihak ketiga. Hal ini demi menjamin kendali dan integrasi penuh terhadap keamanan data. Selain itu, LPS juga tidak berencana untuk menambah anggaran untuk program tersebut pada tahun ini.
"Tidak berencana tambah anggaran (untuk memperkuat keamanan). Kita akan incorporate teknologi yang kita pakai sekarang ke teknologi yang akan dipakai BPR nanti. Jadi kalau kita meluncurkan program IT BPR nanti, harusnya sudah sama tingkat keamanannya dengan tingkat keamanan sistem IT LPS," ujar Purbaya. (end/ant)