10626872
IQPlus, (17/4) - PT Bank Maybank Indonesia Tbk menyalurkan pembiayaan kategori kegiatan usaha berkelanjutan (KKUB) sebesar Rp22,1 triliun pada tahun 2024, setara dengan porsi 19,4 persen dari total kredit (bank only) yang disalurkan.
"Bank (Maybank Indonesia) terus memperkuat posisinya sebagai institusi keuangan yang berorientasi ke depan, dengan menjalankan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis," kata Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dari total pembiayaan KKUB Maybank Indonesia tersebut, sebanyak Rp17,1 triliun di antaranya disalurkan ke sektor UMKM. Pembiayaan kategori usaha mikro kecil dan menengah mencapai 15,07 persen terhadap total kredit yang disalurkan pada 2024. Adapun rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) tercatat mencapai 27 persen.
Selain UMKM, pembiayaan KKUB Maybank Indonesia juga disalurkan dalam bentuk pembiayaan kategori usaha berwawasan lingkungan (KUBL).
Dalam KUBL, yang tertinggi disalurkan ke sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan sebesar Rp2,1 triliun atau naik 143 persen dibanding tahun sebelumnya.
Maybank Group telah memiliki Kerangka Kerja Produk Berkelanjutan (Sustainable Product Framework/SPF) serta Kerangka Kerja Keuangan Transisi (Transition Finance Framework/TFF) yang merupakan kerangka kerja untuk pengembangan dan klasifikasi produk hijau, berkelanjutan, sustainability-linked, dan produk transisi.
Steffano mencatat, Maybank Indonesia telah berhasil memobilisasi dana sebesar Rp4,3 triliun yang sesuai dengan SPF Maybank Group yang disalurkan ke berbagai kegiatan berwawasan lingkungan dan sosial. (end/ant)