19330045
IQPlus, (13/7) - PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA) secara resmi melaporkan kelanjutan kegiatan eksplorasinya sepanjang triwulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 (Q2). Emiten tambang terkemuka ini memfokuskan operasinya di tiga lokasi strategis di Indonesia, yakni Tujuh Bukit di Jawa Timur, area Eksplorasi Damai Suksesindo (DSI) di Jawa Timur, serta Pulau Wetar di Maluku Barat Daya. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat ketersediaan dan pemetaan komoditas mineral berharga milik perseroan.
Untuk mendanai seluruh rangkaian aktivitas tersebut, Merdeka mengucurkan total pengeluaran eksplorasi berkisar Rp49,49 miliar atau setara dengan kisaran AS$2,81 juta selama kuartal kedua ini. Alokasi dana terbesar diserap oleh Proyek Tujuh Bukit di Banyuwangi yang menelan biaya mencapai Rp48,95 miliar. Sementara itu, untuk proyek di Tambang Tembaga Wetar menelan biaya sekitar Rp0,33 miliar , dan proyek eksplorasi DSI mencatatkan pengeluaran sebesar Rp0,22 miliar.
Pada Proyek Tujuh Bukit, fokus utama perseroan tertuju pada pengembangan sumber daya tembaga-emas serta emas-perak. Mayoritas pengerjaan di area ini diselesaikan oleh PT Bumi Suksesindo dengan dukungan dari PT Merdeka Teknik Servis (MTS). Hingga akhir Q2 2026, menggunakan tujuh rig Diamond Drill (DD), tim di lapangan telah berhasil merampungkan 35 lubang bor dengan total kedalaman mencapai 7.509,8 meter, sementara enam lubang lainnya masih dalam proses pengeboran.
Beralih ke wilayah timur Indonesia, aktivitas di Pulau Wetar difokuskan penuh pada pemetaan sumber daya tembaga. Melalui perjanjian kontrak dengan MTS, perseroan menerapkan metode survei geofisika Induced Polarisation (IP) untuk menentukan target prospek secara akurat. Saat ini, program telah dimulai dengan persiapan lintasan survei yang telah menyelesaikan sepanjang 8,9 kilometer dari total target lintasan sepanjang 72 kilometer.
Sementara itu, untuk Proyek DSI di Banyuwangi yang menyasar komoditas tembaga, emas, dan perak, perseroan mengambil kebijakan khusus. Kegiatan eksplorasi lapangan di DSI untuk sementara waktu dihentikan menyusul adanya persetujuan masa penangguhan selama satu tahun yang telah dimulai sejak 10 Oktober 2025 lalu. Kendati aktivitas fisik di lapangan berhenti, DSI tetap melanjutkan studi desktop data geologi serta reinterpretasi data geofisika.
Menatap periode selanjutnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk telah menyusun rencana tindak lanjut yang matang guna mengoptimalkan hasil operasi. Pengeboran permukaan di Tujuh Bukit akan terus berjalan mengandalkan lima rig DD, dibantu dua rig DD untuk pengeboran bawah tanah dalam rangka studi metalurgi. Di samping itu, program survei IP di Wetar akan diintensifkan demi mengonfirmasi anomali secara rinci guna menetapkan target prioritas pengeboran di masa mendatang. (end)