33842559
IQPlus, (4/12) - Menteri Keuangan Thailand Pichai Chunhavajira mengatakan ada peluang untuk pemangkasan suku bunga di Thailand karena inflasi rendah meskipun pada akhirnya itu adalah keputusan bank sentral. Ia menegaskan kembali seruannya agar kebijakan moneter dan fiskal bekerja sama untuk mendukung perekonomian.
Pichai Chunhavajira juga mengatakan dalam sebuah forum bisnis bahwa ia ingin baht stabil pada level yang lebih lemah untuk mendukung perekonomian, yang katanya dapat tumbuh 4 persen hingga 5 persen tahun depan jika kebijakan dikoordinasikan dengan baik.
Ia memperkirakan pertumbuhan tahun ini akan berada di antara 2,6 persen dan 2,8 persen.
Perekonomian Thailand tumbuh 3 persen per tahun pada kuartal Juli-September, laju tercepat dalam dua tahun dan melampaui ekspektasi, tetapi para pejabat dan analis melihat tantangan yang meningkat untuk mempertahankan momentum tahun depan.
Berbicara kepada wartawan setelah pidatonya, Pichai ingin pemangkasan suku bunga mengikuti yang pada Oktober, tetapi mengatakan keputusan akan bergantung pada komite kebijakan moneter Bank of Thailand (BOT).
"Saya ingin melihat suku bunga diturunkan lebih lanjut, tetapi apakah itu akan terjadi pada pertemuan berikutnya, saya tidak tahu," katanya, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 4 Desember 2024.
Pada Oktober, BOT secara tak terduga memangkas suku bunga acuan seperempat poin menjadi 2,25 persen. Tinjauan kebijakan berikutnya akan dilakukan pada tanggal 18 Desember. Untuk periode Januari-Oktober, inflasi tahunan rata-rata hanya 0,26 persen, jauh di bawah kisaran target bank sentral sebesar 1-3 persen.
Dana Moneter Internasional mengatakan minggu lalu bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut akan mendukung pemulihan ekonomi Thailand. Pada acara terpisah, Gubernur BOT Sethaput Suthiwartnarueput mengatakan diperlukan campuran kebijakan untuk mengelola ekonomi karena suku bunga saja tidak dapat mengatasi semuanya. (end/ba)