MENPERIN TEMUI ASAHI GLASS DI JEPANG

  • Info Pasar & Berita
  • 14 Jul 2025

19429799

IQPlus, (14/7) - Kementerian Perindustrian terus berupaya untuk memperkuat struktur industri dalam negeri di tengah dinamika kondisi perekonomian global yang tidak menentu serta masuknya gempuran produk impor di pasar domestik. Para pelaku industri telah mengkhawatirkan hal tersebut akan menggerus utilisasi dan pengembangan industri dalam negeri.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada lawatannya ke Jepang telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Asahi Glass Co., (AGC). Dalam pertemuannya, AGC turut menyampaikan keresahan atas maraknya barang kimia impor yang memasuki pasar dalam negeri, terkhusus produk PVC. AGC meminta agar pemerintah Indonesia dapat segera memberikan respon atas kondisi tersebut untuk melindungi industri dalam negeri.

Menperin menyampaikan, diperlukan langkah-langkah dan kebijakan strategis untuk memperkuat daya saing industri dalam negeri dan koordinasi lintas kementerian. Pasalnya, terdapat beberapa kebijakan strategis yang menentukan daya saing industri manufaktur berada di luar kewenangan Kemenperin.

"Kemenperin terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan kementerian lain demi mencapai kebijakan strategis yang selaras dan meningkatkan daya saing industri. Terdapat beberapa kebijakan yang menentukan kemandirian industri manufaktur, diantaranya seperti harga gas untuk industri (HGBT), pengendalian impor, dan pemberian insentif fiskal," kata Menperin di Jepang, Jumat (11/5).

Dengan kebijakan yang harmonis lintas kementerian, Menperin optimis akan mampu melindungi dan memperkuat daya saing industri dalam negeri. Lebih lanjut, untuk mewujudkan kemandirian sektor industri bahan kimia, saat ini Kemenperin tengah menggenjot transformasi industri bahan kimia dalam negeri melalui berbagai pengembangan industri untuk mewujudkan kemampuan industri bahan kimia yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut Menperin juga membahas komitmen Kemenperin dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan mempercepat dekarbonisasi sektor industri sebagai langkah nyata dalam mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2050, dan meminta komitmen dari AGC untuk meningkatkan kontribusinya dalam penurunan emisi karbon dioksida (CO2).

"Kami mengapresiasi komitmen dari AGC selama ini melalui berbagai langkah nyata yang telah diterapkan untuk mencapai Net Zero Emission lewat sertifikasi dan penerapan bisnis yang telah sejalan dengan roadmap industri nasional," ujar Menperin. (end)



Kembali ke Blog