MORRIS CAPITAL LAKSANAKAN TENDER WAJIB SAHAM PIPA DI HARGA Rp54,47

  • Info Pasar & Berita
  • 23 Des 2025

35629388

IQPlus, (23/12) - PT Morris Capital Indonesia selaku pengendali baru PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) akan melaksanakan penawaran tender wajib atas sebanyak-banyaknya 1.715.765.790 lembar saham atau setara 50,08 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen menyebutkan harga penawaran tender wajib ditetapkan sebesar Rp54,47 per saham. Dengan demikian, nilai maksimal tender wajib tersebut mencapai sekitar Rp93,45 miliar. Morris Capital Indonesia menyatakan telah menyiapkan dana yang cukup untuk menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran dalam aksi korporasi tersebut.

"Pengendali baru dengan ini menyatakan memiliki dana yang cukup untuk melakukan penyelesaian dan pembayaran sehubungan dengan penawaran tender wajib ini," ujar manajemen perseroan.

Periode penawaran tender wajib akan berlangsung selama 30 hari, dimulai pada 23 Desember 2025 hingga 22 Januari 2026. Pelaksanaan jual beli saham dalam rangka tender wajib akan dilakukan melalui mekanisme crossing di Bursa Efek Indonesia (BEI), sedangkan pembayaran kepada pemegang saham yang mengikuti tender dijadwalkan pada 3 Februari 2026 sesuai dengan ketentuan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Aksi tender wajib ini merupakan tindak lanjut dari pengambilalihan pengendalian PIPA oleh Morris Capital Indonesia. Sebelumnya, pengendali baru telah mengakuisisi sebanyak 1,5 miliar saham atau sekitar 43,78 persen kepemilikan perseroan. Transaksi pengambilalihan tersebut dilakukan pada 6 Oktober 2025 dan 10 Oktober 2025 dari pemegang saham lama, yakni Junaedi, Hendrik Saputra, dan Nanang Saputra.

Ke depan, Morris Capital Indonesia menyiapkan rencana pengembangan bisnis PIPA agar menjadi bagian dari ekosistem distribusi energi nasional yang terintegrasi. Strategi pengembangan tersebut difokuskan pada sektor perdagangan dan logistik bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, perseroan juga akan mengembangkan infrastruktur pendukung, mulai dari fasilitas penyimpanan, sistem distribusi darat dan laut, hingga penguatan jaringan logistik yang efisien. Manajemen menilai langkah ini akan memperkuat daya saing perseroan dalam industri energi.

"Melalui strategi integrasi vertikal dan akuisisi entitas berbasis kontrak jangka panjang, perseroan diharapkan memiliki posisi strategis sebagai salah satu pemain utama dalam rantai pasok energi nasional," tambah manajemen. (end)

Kembali ke Blog