NERACA BERJALAN THAILAND ALAMI DEFISIT DI JANUARI 2024

  • Info Pasar & Berita
  • 01 Mar 2024

06056347

IQPlus, (1/3) - Thailand mencatat defisit transaksi berjalan sebesar US$191 juta pada Januari, menyusul surplus sebesar US$2,1 miliar pada bulan sebelumnya. Hal itu terjadi karena defisit perdagangan yang didorong oleh impor emas yang lebih tinggi, kata bank sentral.

Ekspor pada Januari naik 7,2 persen dari tahun sebelumnya, sementara impor naik 1,5 persen secara tahun ke tahun. Kondisi itu menciptakan defisit perdagangan sebesar US$1,1 miliar, kata Bank of Thailand (BOT).

"Saldo transaksi berjalan sedikit defisit, terutama karena neraca perdagangan berubah menjadi defisit akibat impor emas yang lebih tinggi," kata Asisten Gubernur BOT Chayawadee Chai-Anant, dalam jumpa pers, dikutip dari The Business Times, Jumat, 1 Maret 2024.

Jika tidak termasuk impor emas, transaksi berjalan akan sedikit surplus, katanya tanpa memberikan rincian. Impor emas melonjak hampir 230 persen YoY di Januari. Pada Januari, perekonomian membaik dibandingkan dengan bulan sebelumnya karena meningkatnya ekspor, namun pertumbuhannya masih lambat.

BOT menambahkan bahwa aktivitas perekonomian pada Februari ditopang oleh konsumsi dan pariwisata. Thailand menerima hampir enam juta kunjungan wisatawan asing dari 1 Januari hingga 25 Februari, naik 48 persen dari tahun ke tahun.

BOT mengatakan akan memantau dengan cermat perekonomian global, dampak konflik geopolitik, dan jalur suku bunga Federal Reserve. (end/ba)



Kembali ke Blog