02140473
IQPlus, (22/1) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak menguat 32 poin atau 0,189 persen menjadi Rp16.895 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.927 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan penguatan kurs rupiah terkait euforia kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) yang tak berubah.
"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di kisaran Rp16.900-Rp16.950. Dari domestik masih terkait euforia kebijakan bunga BI yang tidak berubah dan arah kebijakan BI yang jelas untuk menjaga volatilitas rupiah," katanya di Jakarta, Kamis.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2026 yang berlangsung pada Selasa (20/1/2026) dan Rabu ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen.
Suku bunga deposit facility diputuskan untuk tetap pada level 3,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk tetap pada level 5,5 persen.
BI menyampaikan keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global, guna mendukung capaian sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi. (end/ant)