27039468
IQPlus, (28/9) - Nissan akan meluncurkan mobil hybrid Rogue e-Power di AS pada bulan November, dengan target agar kendaraan hybrid dapat menyumbang 30% hingga 40% dari total penjualan mobil ukuran menengah segmen-C di pasar tersebut dalam waktu "sangat singkat", ujar Chairman Nissan Americas, Christian Meunier, pada hari Senin.
Produsen mobil asal Jepang ini telah menjual lebih dari 2 juta kendaraan e-Power secara global, namun teknologi tersebut sebelumnya belum tersedia di AS, ungkap Meunier kepada para wartawan dalam sebuah taklimat media di kantor pusat Nissan di Yokohama.
Nissan berencana menghadirkan mobil hybrid Kicks e-Power yang lebih ringkas ke AS dan Kanada "sesegera mungkin" serta berupaya menawarkan sistem penggerak hybrid pada model SUV yang lebih besar dan truk pikap di masa mendatang, ujarnya.
Nissan menargetkan tingkat lokalisasi manufaktur di AS mencapai 80% pada akhir tahun 2030, naik dari sekitar 65% saat ini dan 40% sebelum tarif AS diberlakukan pada awal tahun 2025, kata Meunier.
Produksi Rogue e-Power di AS dapat dimulai paling cepat pada tahun 2028, ujarnya.
Meunier mengatakan ia tidak memperkirakan pasar AS akan terbuka bagi produsen mobil asal Tiongkok dalam lima tahun ke depan, seraya menyebutkan bahwa sebagian besar produsen mobil sangat menentang langkah tersebut karena kekhawatiran akan persaingan harga murah dari produk Tiongkok.
Kendati demikian, Nissan bersiap menghadapi kemungkinan masuknya produsen mobil Tiongkok ke AS dengan cara memperpendek siklus pengembangan kendaraan dan menekan biaya, tambahnya.
Produsen mobil tersebut berencana meluncurkan truk pikap *plug-in hybrid* Frontier Pro buatan Tiongkok di Meksiko dan sejumlah pasar Amerika Latin, ujarnya. (end/Reuters)