29447911
IQPlus, (21/10) - OJK menyelenggarakan Pasar Keuangan Rakyat Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024 sebagai rangkaian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2024 dengan tema .Industri Keuangan Inklusif: Menuju Indonesia yang Produktif". Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta penggunaan produk dan layanan jasa keuangan oleh masyarakat.
Dalam siaran pers OJK (20/10) disebutkan Pasar Keuangan Rakyat di Kota Selong dihadiri oleh Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Wattimena, Asisten 2 Sekretaris Daerah Provinsi NTB Fathul Gani, Pj. Bupati Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik dan pelaku usaha jasa keuangan.
Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 18 s.d. 20 Oktober 2024.
Pada kegiatan ini juga dilangsungkan peluncuran Program Strategis Literasi dan Inklusi Keuangan di NTB, di antaranya:
1. Penetapan Campaign Manager Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 10 Kabupaten/Kota di NTB;
2. Peluncuran Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) pertama di NTB, yang berlokasi di Pondok Pesantren Raudhatul Azhar Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
3. Peluncuran Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
3. Anugerah Desa Cakap Keuangan sebagai tindak lanjut program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB NGERAOS SOLAH (Ngobrol Literasi Keuangan Bersama OJK dan IJK), yang tahun ini diikuti perangkat desa dari 139 kelurahan/desa yang tersebar di 16 kecamatan dan 7 kabupaten/kota;
5. Simbolis penyaluran program TPAKD Lombok Timur BERKEMBANG (Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga), hingga triwulan III/2024 telah disalurkan kredit modal kerja kepada 11.839 orang peternak sapi dan UMKM dengan nilai total Rp154.540.800.000,-.
Melalui penyelenggaraan Pasar Keuangan Rakyat ini, diharapkan awareness masyarakat terhadap layanan keuangan legal semakin meningkat, seiring dengan terbukanya akses keuangan secara merata kepada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. (end)