03031266
IQPlus, (31/1) - Bursa saham di Asia-Pasifik dibuka melemah Rabu pagi menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve AS dan serangkaian data ekonomi dari seluruh kawasan, termasuk Tiongkok dan Australia.
Australia akan merilis angka inflasi untuk bulan Desember dan kuartal keempat, sementara Tiongkok akan mengumumkan angka indeks manajer pembelian resmi untuk bulan Januari.
Data penjualan ritel dan output industri untuk bulan Desember juga diperkirakan akan dirilis di Jepang dan Korea Selatan.
Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,15%, membalikkan kerugian sebelumnya setelah tingkat inflasi kuartal keempat di negara tersebut lebih rendah dari perkiraan sebesar 4,1%.
Sementara itu Nikkei 225 Jepang turun 0,75% di awal perdagangan, sedangkan Topix berbasis luas turun tipis 0,26%.
Kospi Korea Selatan turun 0,17%, sedangkan saham berkapitalisasi kecil Kosdaq mengalami kerugian lebih besar yaitu 0,32%.
Pergerakan ini terjadi setelah Samsung Electronics melaporkan penurunan laba operasional sebesar 34% tahun-ke-tahun pada kuartal keempat, serta penurunan laba bersih sebesar 73,4% pada periode yang sama. Saham Samsung turun 0,67%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 15,702, menunjukkan pembukaan serupa dibandingkan dengan penutupan HSI di 15,703.45.
Semalam di AS, tiga indeks utama mengakhiri hari dengan beragam karena Wall Street juga menunggu keputusan terbaru Fed mengenai suku bunga.
Pasar dana berjangka The Fed telah memperhitungkan kemungkinan sebesar 97% bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, menurut alat CME FedWatch, sehingga investor dibiarkan mengantisipasi perubahan dalam pernyataan kebijakan yang akan menutup pertemuan tersebut.
S&P 500 melemah 0,06%, sedangkan Nasdaq Composite menarik kembali 0,76%. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average bertambah 0,35% menjadi berakhir pada 38.467,31, menandai rekor penutupan ketujuh tahun ini. (end/cnbc)