01630070
IQPlus, (17/1) - Bursa saham di Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan hari Rabu ini menjelang serangkaian data ekonomi dari Tiongkok.
Investor juga akan menilai indeks manufaktur Reuters Tankan untuk bulan Januari, yang memperlihatkan sentimen bisnis di antara perusahaan-perusahaan besar Jepang merosot untuk pertama kalinya dalam empat bulan.
Survei bulanan Reuters Tankan secara luas dianggap sebagai indikator utama survei Tankan triwulanan resmi Bank of Japan yang menilai kondisi bisnis di negara tersebut.
Di Australia, S&P/ASX 200 turun untuk hari keempat, turun sedikit sebaliknya, Nikkei 225 Jepang rebound, dengan indeks naik 1,24% dan Topix berbasis luas naik 0,92%
Sementara itu Kospi Korea Selatan turun 0,46%, sedangkan saham berkapitalisasi kecil Kosdaq merosot 1,1%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 15,793, menunjukkan pembukaan yang lebih lemah setelah indeks tersebut memimpin kerugian di Asia pada hari Selasa, ditutup pada 15,865.92.
Semalam di AS, ketiga indeks utama turun karena imbal hasil obligasi naik lebih tinggi dan Wall Street meneliti laporan pendapatan kuartal keempat terbaru.
Patokan imbal hasil surat utang Treasury 10 tahun naik lebih dari 11 basis poin menjadi 4,064% setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller dalam pidatonya mengindikasikan bahwa bank sentral dapat melonggarkan kebijakan moneter lebih lambat dari perkiraan Wall Street.
Dow Jones Industrial Average turun 0,62%, sedangkan S&P 500 turun 0,37% dan Nasdaq Composite juga turun 0,19%. (end/cnbc)