PEMADAMAN LISTRIK DI CHILE PENGARUHI KE TAMBANG TEMBAGA

  • Info Pasar & Berita
  • 26 Feb 2025

05633553

IQPlus, (26/2) - Pemadaman listrik besar-besaran di seluruh Chili membuat ibu kota negara itu, Santiago, gelap gulita pada hari Selasa dan memutus aliran listrik ke tambang tembaga besar di wilayah utara negara itu, yang berdampak buruk pada pasar logam global.

Beberapa jam setelah pemadaman dimulai dan saat hari mulai gelap, pemerintah Chili mengumumkan keadaan darurat dan menetapkan jam malam mulai pukul 10 malam hingga 6 pagi (01.00 hingga 09.00 GMT) dari wilayah utara Arica hingga wilayah selatan Los Lagos.

Pemadaman listrik yang meluas itu disebabkan oleh kegagalan saluran transmisi di wilayah utara negara itu, kata Menteri Dalam Negeri Carolina Toha, mengesampingkan kemungkinan serangan siber sebagai penyebabnya.

Pemadaman listrik terbesar di Chili dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan lampu jalan di ibu kota padam, sementara sirene dari kendaraan darurat meraung-raung di seluruh kota, menurut saksi mata Reuters. Metro Santiago, yang mengangkut jutaan penumpang, ditutup dan penumpang dievakuasi dari kereta yang mogok.

"Tidak ada apa-apa. Tidak ada uang tunai. Tidak ada uang. Tidak ada apa-apa," kata Jose Luis Orlandini, yang sedang makan di pusat kota Santiago saat pemadaman listrik terjadi.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa mereka mengerahkan angkatan bersenjata di seluruh negeri untuk membantu menjaga ketertiban.

Hingga pukul 10 malam, sekitar seperempat permintaan jaringan listrik telah kembali beroperasi dan listrik dapat dipulihkan sepenuhnya pada pagi hari, kata Juan Carlos Olmedo, presiden dewan Koordinator Listrik Nasional (CEN) Chili.

Pada Selasa malam, beberapa bagian kota Santiago, termasuk pusat kota tempat istana kepresidenan Moneda berada, kembali memperoleh aliran listrik, begitu pula beberapa bagian kota pesisir Valparaiso dan Vina del Mar, menurut saksi mata Reuters dan laporan media.

"Kami telah mengaktifkan beberapa pembangkit listrik, terutama pembangkit listrik tenaga air," kata Ernesto Huber, direktur eksekutif CEN, seraya menambahkan CEN masih menyelidiki penyebab pemadaman listrik tersebut. (end/Reuters)


Kembali ke Blog