01638657
IQPlus, (17/1) - Pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa, tanggal 23 Januari 2024 mendatang.
Siaran pers direktorat Jenderal pengelolaan Pembiayaan dan resiko Kementeriun keuangan Selasa (16/1) menyebutkan bahwa Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2024.
Lelang SBSN kali dengan target Indikatif Rp12 triliun dengan tanggal Setelment pada 25 Januari 2024.
Seri SBSN yang akan dilelang adalah sebagai berikut:
1. SPN-S 09072024 (reopening) tanggal jatuh tempo 9 Juli 2024
2. SPN-S 07102024 (reopening) tanggal jatuh tempo 7 Oktober 2024
3. PBS032 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Juli 2026
4. PBS030 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Juli 2028
5. PBS004 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Februari 2037
6. PBSG001 (reopening) jatuh tempo 15 September 2029
7. PBS038 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Desember 2049
Alokasi pembelian non kompetitif 75% dari jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN-S 09072024 dan SPN-S 07102024 sedangkan seri yang lainnya 30% dari jumlah yang dimenangkan.
Peserta lelang, dengan Dealer utama PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT. Bank Permata, Tbk, PT. Bank Panin, Tbk, PT. Bank HSBC Indonesia, PT. Bank OCBC NISP, Tbk, Standard Chartered Bank.
Selanjutnya PT. Bank CIMB Niaga, Tbk, PT. Bank Maybank Indonesia, Tbk, Citibank N.A, PT. Bank Central Asia, Tbk, Deutsche Bank AG, PT. BRI Danareksa Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT. Bahana Sekuritas, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Lembaga Penjamin Simpanan dan Bank Indonesia. (end)