18758026
IQPlus, (7/7) - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan melakukan lelang sebanyak tujuh seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara dengan target indikatif senilai Rp9 triliun.
Lelang akan dibuka pada Selasa, 8 Juli 2025 pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB, dengan hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama.
"Setelmen dilaksanakan pada 10 Juli 2025 atau dua hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin.
Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri Surat Perbendaharaan Negara-Syariah (SPN-S) dan Project Based Sukuk (PBS) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Ke tujuh seri SBSN itu adalah:
- SPNS12012026 (reopening) jatuh tempo pada 12 Januari 2026 dengan imbal hasil diskonto
- SPNS06042026 (new issuance) jatuh tempo pada 6 April 2026 dengan imbal hasil diskonto
- PBS003 (reopening) jatuh tempo pada 15 Januari 2027 dengan imbal hasil 6,000 persen
- PBS030 (reopening) jatuh tempo pada 15 Juli 2028 dengan imbal hasil 5,875 persen
- PBSG001 (reopening) jatuh tempo pada 15 September 2029 dengan imbal hasil 6,625 persen
- PBS034 (reopening) jatuh tempo pada 15 Juni 2039 dengan imbal hasil 6,500 persen
- PBS038 (reopening) jatuh tempo pada 15 Desember 2049 dengan imbal hasil 6,875 persen.
Adapun peserta lelang sebagai dealer utama, di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Permata, Tbk (BNLI).
Kemudian, PT Bank Panin Tbk (PNBN), PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), Standard Chartered Bank, sertaPT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). (end/ant)