02053085
IQPlus, (21/1) - Pemerintah melaksanakan lelang Surat Utang Negara pada tanggal 20 Januari 2026 untuk seri SPN01260221 (new issuance), SPN12260423 (reopening), SPN12270107 (reopening), FR0109 (reopening), FR0108 (reopening), FR0106 (reopening), FR0107 (reopening), FR0102 (reopening) dan FR0105 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.
Dalam siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (20/1) disebutkan Total penawaran yang masuk sebesar Rp82,9 triliun.
Serapan terbesar berasal dari seri FR0109 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp7,7 triliun dari penawaran masuk Rp15,39 triliun. Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,71840 persen dengan jatuh tempo 15 Maret 2031.
Selanjutnya sebesar Rp6,5 triliun dari seri FR0108 (pembukaan kembali) yang mencatatkan penawaran masuk Rp14,63 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,31997 persen dengan jatuh tempo 15 April 2036.
Sementara itu seri SPN12270107 (pembukaan kembali), dimenangkan dana sebesar Rp5 triliun dari penawaran masuk Rp14,48 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,65000 persen dengan jatuh tempo 7 Januari 2027.
Seri FR0107 (pembukaan kembali) diserap sebesar Rp4,15 triliun dari penawaran masuk Rp5,84 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,58990 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2045.
Seri SPN12260423 (pembukaan kembali) dan FR0105 (pembukaan kembali) masing-masing dimenangkan sebesar Rp3 triliun dan SPN12260423 mencatatkan penawaran masuk Rp10,96 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,35000 persen dan jatuh tempo 23 April 2026.
Sedangkan FR0105 menerima penawaran masuk Rp4,47 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,78989 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2064. Berikutnya, pemerintah menyerap dana senilai Rp2,6 triliun dari seri FR0102 (pembukaan kembali). Seri ini menerima penawaran masuk Rp4,95 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,72981 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2054.
Seri FR0106 (pembukaan kembali) diserap sebesar Rp2,05 triliun dari penawaran masuk Rp6 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,48992 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040.
Terakhir, pemerintah menyerap dana sebesar Rp2 triliun dari seri SPN01260221 (penerbitan baru) yang menerima penawaran masuk Rp6,18 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,30000 persen dengan jatuh tempo 21 Februari 2026 sehingga total menjadi Rp36 triliun. (end)