PENDAPATAN CSRA MENINGKAT 15% JADI Rp433,85 MILIAR HINGGA JUNI 2024

  • Info Pasar & Berita
  • 31 Jul 2024

21232029

IQPlus, (31/7) - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (Kode Saham Bloomberg: CSRA IJ) telah menerbitkan Laporan Keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 (selanjutnya disebut 1H24) yang mencerminkan kinerja yang penuh tantangan.

Dalam siaran pers CSRA (31/7) disebutkan Tumbuhnya pendapatan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk secara efektif menavigasi dinamika pasar dan memanfaatkan peluang pertumbuhan.

Pendapatan meningkat sebesar 15,0% menjadi Rp433,85 miliar, dari Rp377,26 miliar pada 1H23. Peningkatan pendapatan ini terutama didorong oleh harga jual rata-rata yang lebih tinggi.

Upaya pengelolaan biaya sebagai respons terhadap operasional yang penuh tantangan

Seiring dengan peningkatan pendapatan, Laba Kotor untuk 1H24 mencatatkan kenaikan sebesar 6,9% menjadi Rp191,77 miliar, naik dari Rp179,46 miliar pada 1H23. Namun, margin laba kotor turun dari 47,6% menjadi 44,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu akibat peningkatan biaya panen. Selain itu, laba operasional untuk 1H24 menurun sebesar 11,8% menjadi Rp78,09 miliar, disertai dengan penurunan margin operasional menjadi 18,0% dari 23,5% pada periode 1H23.

Stabilitas, pertumbuhan dan komitmen terhadap keunggulan keuangan

Laba bersih untuk 1H24 mengalami peningkatan sebesar 35,5% menjadi Rp66,63 miliar, dari Rp49,18 miliar pada 1H23, yang mengakibatkan peningkatan margin laba bersih menjadi 15,4%. Perusahaan tetap berkomitmen untuk mengembalikan profitabilitas dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingannya. Dengan berhasil memperluas margin labanya selama 1H24, perusahaan menunjukkan efektivitas dalam pengelolaan biaya dan inisiatif efisiensi operasional.

Neraca sehat dan likuiditas yang baik mendukung inisiatif pertumbuhan di masa depan Pada paruh pertama tahun 2024, CSRA melaporkan total aset sebesar Rp2,14 triliun, naik dari Rp1,84 triliun pada akhir tahun 2023. Selain itu, total kewajiban perusahaan meningkat menjadi Rp983,83 miliar pada 1H24, dibandingkan dengan Rp727,69 miliar pada akhir tahun 2023.

Rasio Keuangan Tetap Sehat menunjukkan posisi likuiditas yang kuat

Rasio Lancar untuk 1H24 menunjukkan posisi yang sehat dengan nilai 2,51x, sementara rasio utang berbunga terhadap ekuitas berada pada tingkat yang lebih aman sebesar 0,72x. Hal ini menunjukkan posisi likuiditas yang kuat dan kemampuan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek dengan efisien. (end)

Kembali ke Blog