PENDAPATAN CSRA MENINGKAT TAJAM DAN LABA MEROKET DI TAHUN 2024

  • Info Pasar & Berita
  • 24 Mar 2025

08233828

IQPlus, (24/3) - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mengumumkan pencapaian kinerja tahunan yang luar biasa dengan mencatatkan penjualan tertinggi sepanjang sejarahnya pada tahun 2024. Pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus tumbuh dan berinovasi dalam industri kelapa sawit yang semakin dinamis, sambil menjaga tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

CSRA terus meningkatkan kehadirannya secara nasional dengan memfokuskan pada produksi dan pengembangan fasilitas pabrik kelapa sawit baru, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi produk yang bernilai tambah. Tahun 2024 merupakan tahun penting untuk pelaksanaan tujuan strategis dan percepatan kemajuan di seluruh lini perusahaan.

Dalam siaran pers Senin (24/3) disebutkan Pabrik Kelapa Sawit (PMKS) ke 3 Perseroan di kabupaten Banyuasin direncanakan mulai beroperasi pada awal semester kedua tahun 2025. Beroperasinya PMKS ini akan memberikan kontribusi pada nilai tambah penjualan CSRA.

Pendapatan sebesar Rp1,07 triliun, meningkat 21,8% dibandingkan dengan FY23 sebesar Rp875,51 miliar terutama disebabkan karena meningkatnya kwantitas penjualan CPO yang memiliki nilai tambah serta naiknya harga jual rata-rata yang diterima perusahaan.

Laba kotor mencapai Rp483,86 miliar, naik 21,1% dibandingkan Rp399,58 miliar pada tahun lalu akibat dari kemampuan manajemen menjaga beban pokok pendapatan dan Laba bersih diperoleh sebesar Rp213,36 miliar atau meroket 46,0% dibandingkan tahun lalu yaitu sebesar Rp152,06 miliar mengakibatkan peningkatan marjin bersih menjadi 20,1% dibandingkan 16,7% pada tahun lalu. Kenaikan ini utama nya disebabkan oleh kontrol biaya yang ketat.

Posisi aset CSRA berada di Rp2,25 triliun, 22,2% lebih tinggi dari posisi 31 Desember 2023 di Rp1,84 triliun. Sementara itu, total liabilitas perusahaan di FY24 sebesar Rp952,72 miliar, naik dibandingkan dengan Rp727,69 miliar pada akhir tahun 2023 dan ekuitas sebesar Rp1,29 triliun dibandingkan Rp1,12 triliun pada akhir tahun 2023.

Sementara itu Rasio utang bersih terhadap ekuitas pada 12M24 berada pada level 0,73x, sedikit lebih tinggi dibandingkan level tahun 2023 sebesar 0,65x. Hal ini terjadi karena strategi alokasi modal yang baik dengan neraca yang sehat dalam berbagai investasi sarana dan prasarana produksi.

Struktur modal CSRA yang baik dapat membantu menarik investor, mengurangi biaya pinjaman, dan meningkatkan reputasi perusahaan di market. CSRA terus memanfaatkan keunggulannya dalam pengembangan bisnis dengan mempertahankan pertumbuhan seimbang yang sejalan dengan standar keberlanjutan.

Memanfaatkan Peluang yang Ada Untuk Mendukung Pertumbuhan Jangka Panjang.

CSRA secara konsisten mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasionalnya, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga peningkatan kesejahteraan sosial dan lingkungan, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan serta memperkuat posisi perusahaan. Pada tahun 2024, secara total luas lahan tertanam inti Perseroan mencapai 20.067,6 ha, yang mencerminkan adanya perluasan area lahan perkebunan yang ditanami dibandingkan tahun 2023 di mana area perkebunan ini yang ditanami mencapai 19.552,0 ha.

Dari luas lahan perkebunan yang tertanam tersebut, seluas 18.133,8 ha ditanami tanaman yang menghasilkan (mature). Secara umum, profil tanaman Perseroan masuk dalam kategori produktif, dikarenakan umur tanaman yang masih muda.

Tanaman berusia 4-7 tahun menempati area seluas 2.408,3 ha, tanaman berusia 8-17 tahun menempati area seluas 11.437,5 ha dan sisa nya tanaman berusia diatas 18 tahun menempati area seluas 4.288,0 ha. Pada tahun 2024, produksi TBS inti Perseroan menurun menjadi 321.982 ton dari 337.367 ton di tahun 2023, namun tetap dapat menjaga tingkat pertumbuhan secara Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sejak tahun 2018 sebesar 2,8%. (end)

Kembali ke Blog