05656989
IQPlus, (26/2) - Pengamat perbankan dari Binus University Doddy Ariefianto menilai bahwa sumber daya emas dapat dioptimalkan dengan adanya kehadiran bank emas, mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen emas terbesar di dunia dengan cadangan emas mencapai 2.600 ton.
"Kalau menurut saya, manfaat terbesar dari pendirian bank emas ini adalah optimalisasi sumber daya emas," kata Doddy di Jakarta, Rabu.
Dengan cadangan emas yang besar tersebut, ujar Doddy, sayangnya sebagian besar produksi emas selama ini diekspor tanpa pengolahan lebih lanjut di dalam negeri.
"Dengan adanya bank emas, diharapkan pengelolaan dan pemanfaatan emas domestik dapat lebih optimal, mengurangi ketergantungan pada impor, dan meningkatkan cadangan emas nasional," kata dia.
Doddy mengingatkan, potensi bisnis lain juga dapat berasal dari perdagangan emas, simpan-pinjam emas dan penitipan emas. Menurut perkiraan OJK, nilai tambah industri emas (plus related) mencapai Rp30 triliun - Rp50 triliun.
"Emas juga digunakan untuk industri seperti elektronik, instrumen kesehatan, perhiasan, dan sebagainya. Ada potensi di sini juga," ujar Doddy. (end/ant)