32333332
IQPlus, (20/11) - Perekonomian Malaysia tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal ketiga 2023. Kondisi itu terjadi dengan bank sentral memperkirakan permintaan domestik yang tinggi akan terus mengimbangi perlambatan ekspor.
Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat 3,3 persen dari tahun sebelumnya pada periode Juli-September, data dari Bank Negara Malaysia (BNM) dan Departemen Statistik menunjukkan, mengalahkan perkiraan para analis yang memperkirakan ekspansi tiga persen.
Gubernur BNM Abdul Rasheed Ghaffour mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Malaysia diperkirakan memenuhi target pemerintah sebesar empat persen di tahun ini, didorong oleh kuatnya belanja domestik, membaiknya kondisi pasar tenaga kerja, dan meningkatnya pariwisata.
"Fundamental ekonomi Malaysia tetap kuat dan mendukung pertumbuhan ke depan," katanya, dikutip dari Channel News Asia, Senin, 20 November 2023.
PDB telah melampaui tingkat sebelum pandemi. Sedangkan pemerintah memperkirakan perekonomian akan tumbuh 4-5 persen pada 2024. Adapun perekonomian Asia Tenggara menghadapi pertumbuhan yang jauh lebih lambat tahun ini setelah mencapai pertumbuhan tertinggi dalam 22 tahun sebesar 8,7 persen di 2022, di tengah melemahnya permintaan internasional.
Malaysia, pemasok utama minyak sawit dan semikonduktor global, mengalami penurunan ekspor sebesar 12 persen pada kuartal ketiga, meskipun bank sentral memperkirakan adanya pemulihan di tengah peningkatan siklus teknologi pada tahun depan.
Sedangkan bank sentral mempertahankan suku bunga utama pada angka 3,00 persen awal bulan ini di tengah moderasi inflasi, dan memperingatkan risiko akibat permintaan eksternal yang lebih lemah dari perkiraan dan penurunan produksi komoditas. (end/ba)