PERKUAT STRUKTUR MODAL, ELPI BAKAL GELAR RIGHT ISSUE JUMBO 2 MILIAR SAHAM

  • Info Pasar & Berita
  • 30 Jan 2026

02950405

IQPlus, (30/1) - Emiten jasa pelayaran, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), resmi mengumumkan rencana penambahan modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.

Langkah strategis yang disebut sebagai PMHMETD I ini diambil guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung rencana ekspansi bisnis perseroan di masa mendatang. Dalam pengumumannya, manajemen menyatakan bahwa aksi korporasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi korporat serta meningkatkan pendapatan secara konsolidasi.

Dalam keterbukaan informasi tertanggal 30 Januari 2026, manajemen ELPI mengungkapkan rencana untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.030.000.000 (dua miliar tiga puluh juta) saham baru. Saham tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per lembar dan akan diambil dari saham portepel perseroan. Jumlah saham baru yang diterbitkan ini mewakili hingga 27,39% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah terlaksananya proses PMHMETD I.

Dana yang dihimpun dari hasil right issue ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk memperkuat likuiditas umum dan membiayai belanja modal atau capital expenditure. Selain itu, ELPI juga berencana menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan modal kerja serta investasi dalam rangka diversifikasi usaha. Manajemen menegaskan bahwa penggunaan dana ini tetap akan tunduk pada peraturan mengenai transaksi material dan transaksi afiliasi yang berlaku.

Namun, investor perlu memperhatikan risiko dilusi yang mungkin terjadi akibat dari penerbitan saham baru ini. Bagi pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru sesuai porsi HMETD-nya, persentase kepemilikan mereka akan mengalami penurunan. Berdasarkan perhitungan perseroan, estimasi penurunan persentase kepemilikan saham tersebut mencapai sebanyak-banyaknya 18%.

Untuk melancarkan rencana besar tersebut, ELPI akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 9 Maret 2026. Rapat ini akan dilaksanakan bersamaan dengan RUPS Tahunan untuk tahun buku 2025 guna meminta persetujuan dari para pemegang saham. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, emiten akan melakukan pemanggilan RUPSLB melalui iklan pada tanggal 14 Februari 2026 mendatang. (end)


Kembali ke Blog