09847389
IQPlus, (9/4) - PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan kinerja lingkungan terbaik dengan meraih 14 penghargaan PROPER Emas dan 108 PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam ajang Anugeraah PROPER 2026 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah, Selasa (7/4).
Pertamina berhasil meraih PROPER EMAS terbanyak sekitar 35 persen dari total 39 PROPER Emas Nasional. Pertamina juga mendominasi raihan PROPER Hijau dengan 44 persen dari total sebanyak 243 PROPER Hijau Nasional.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) juga meraih penghargaan tertinggi yakni Green Leadership, sebagai pengakuan atas kepemimpinan dalam pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan bisnis.
Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan "PROPER telah berkembang jauh melampaui fungsi awalnya sebagai instrumen kepatuhan. "PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat," ujar Menteri Hanif.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diterima Pertamina Group. Pertamina menghadirkan strategi 'Beyond Energy' - kepemimpinan Pertamina dalam transisi energi hijau dan ekonomi sirkular demi ketahanan energi yang selaras dengan kelestarian alam.
"Langkah strategis kami hari ini adalah fondasi bagi Indonesia yang lebih gemilang. Melalui semangat kebersamaan, Pertamina berperan sebagai katalisator dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang maju, mandiri, dan berkelanjutan," ujar Simon.
Simon menegaskan, sesuai mandat Menteri Lingkungan Hidup dalam SK 129 tahun 2025, Pertamina mencatat dekarbonisasi meningkat 3 kali lipat. Di saat Pertamina berhasil meningkatkan efisiensi energi, secara bersamaan mampu meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan sebesar 2 kali lipat.
"Capaian ini menegaskan bahwa Pertamina berada di garda terdepan energi nasional. Pertamina memimpin inisiatif strategis dengan mengintegrasikan potensi lintas sektor untuk mempercepat transisi energi nasional," tandas Simon. (end)