PERTAMINA DRILLING DAN PGN GAGAS PERDANA IMPLEMENTASIKAN DYNAMIC GAS BLENDING

  • Info Pasar & Berita
  • 04 Mar 2025

06239942

IQPlus, (4/3) - Subholding Upstream Pertamina melalui PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menjalin kerja sama dengan afiliasi Subholding Gas, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas).

Kerja sama ini bertujuan untuk pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan dalam proses pengeboran di Mundu, Indramayu, Jawa Barat pada Jumat (28/2/2024) lalu.

Sinergi antar Subholding Pertamina ini untuk pertama kalinya mengimplementasikan teknologi Dynamic Gas Blending System (DGBS) dalam operasi pengeboran.

Langkah ini merupakan upaya cost optimization sekaligus penurunan emisi karbon melalui penggunaan gas bumi pada engine yang awalnya berbahan bakar diesel.

Engine tersebut nantinya akan menghasilkan listrik yang akan digunakan di Rig atau anjungan pengeboran minyak.

Implementasi ini dihadiri langsung oleh Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim serta Direktur Operasi dan Komersial PGN Gagas, Baskara Agung Wibawa.

Di dalam sambutannya, Aziz Muslim menjelaskan harapan akan implementasi DGBS yang akan memberikan dampak positif bagi efisiensi operasional Perusahaan.

"Penerapan Dynamic Gas Blending System ini sejalan dengan upaya kami dalam melakukan cost optimization di sektor pengeboran. Penggunaan gas sebagai alternatif BBM, dapat menekan biaya operasional sekaligus menurunkan emisi karbon, sehingga (biaya operasional) lebih ekonomis dan berkelanjutan," jelas Aziz.

Direktur Operasi dan Komersial PGN Gagas, Baskara Agung Wibawa menyampaikan komunikasi intens untuk sinergi sudah mulai dijalankan sejak bulan Februari 2023.

PGN Gagas telah menyiapkan beberapa infrastruktur diantaranya seperti satu unit Gas Transport Module (GTM) 10 feet yang mampu menampung kurang lebih 1.000 m3 gas bumi dan satu unit Pressure Reduction System (PRS) ukuran 300 yang mampu menurun tekanan gas bumi hingga 300 m3 per jam-nya.

"Kami akan menyiapkan pasokan gas yang diambil dari SPBG terdekat yaitu salah satunya SPBG Purwakarta. Selanjutnya gas akan dibawa menggunakan GTM, diturunkan tekanannya menggunakan PRS untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam instalasi dan diteruskan ke dalam engine," jelas Baskara. (end)


Kembali ke Blog