02955533
IQPlus, (30/1) - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menjadi acuan BUMN asal Tanzania, Tanzania Electricity Supply Co Ltd (Tanesco) dalam pengelolaan energi panas bumi, yang sekaligus menjadi salah satu upaya mencapai target bersama menuju net zero emission (NZE).
Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha mengatakan fasilitas pengembangan energi panas bumi PLTP Gunung Salak, Jawa Barat, yang dimiliki perusahaan, ditetapkan menjadi lokasi acuan Tanesco.
"Benchmarking (acuan) fasilitas pengembangan panas bumi PLN Indonesia Power ini sebagai tindak lanjut dari kerja sama antara PT PLN (Persero) dan Tanesco dalam bisnis kelistrikan yang reliable dan sustainable di Tanzania," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurut Edwin, Tanesco akan mempelajari langkah transformasi bisnis PLN Indonesia Power, sehingga bisa diadopsi untuk membuat sistem kelistrikan, yang lebih reliable dan sustainable di Tanzania.
Selain itu, Edwin mengungkapkan PLTP Gunung Salak menjadi acuan Tanesco karena keunggulannya mendukung sistem kelistrikan Istana Presiden di Bogor, Jawa Barat.
Selain mendapatkan penghargaan lingkungan Proper Emas, PLTP Gunung Salak juga menjalankan program beyond kWh melalui perdagangan karbon menggunakan VCUs atau voluntary carbon unit.
Sebagai BUMN utilitas publik Tanzania, Tanesco bertanggung jawab atas pembangkitan, transmisi, distribusi, dan penjualan listrik di salah satu negara Afrika Timur tersebut.
Perusahaan menggunakan berbagai sumber energi, termasuk pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, dan gas.
"Ditetapkannya PLN Indonesia Power sebagai acuan Tanesco menjadi suatu kebanggaan sebagai salah satu subholding PT PLN (Persero) terbesar dengan kapasitas 21,08 GW (gigawatt)," tutur Edwin. (end)