PRIMA MULTI USAHA INDONESIA SIAP MELANTAI DI BURSA

  • Info Pasar & Berita
  • 10 Jul 2025

19030773

IQPlus, (10/7) - PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (selanjutnya disebut Perseroan), perusahaan yang bergerak di bidang Perdagangan Besar Telekomunikasi dan Aktivitas Konsultasi Manajemen, akan menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dijadwalkan pada 10 Juli 2025.

Perseroan akan melepas sebanyak 1.160.000.000 (Satu Miliar Seratus Enam Puluh Juta) saham baru. Besaran saham itu setara dengan 20% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dengan harga penawaran Rp180,- (seratus delapan puluh Rupiah) per saham. Perseroan telah menunjuk PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Perseroan berkedudukan di Cirebon dan telah menjadi pemain penting dalam industri telekomunikasi dan jasa konsultasi manajemen di Indonesia. Dengan jaringan yang terus berkembang, Perseroan berkomitmen untuk memberikan solusi inovatif dan layanan terbaik bagi para pelanggannya.

Agus Susanto, Direktur Utama Perseroan dalam siaran pers (10/7) menjelaskan, "Langkah perusahaan untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia melalui IPO adalah bagian dari strategi kami untuk meningkatkan kapasitas pendanaan dan mendorong tata kelola perusahaan ke tingkat yang lebih baik lagi. Kami optimistis dengan prospek bisnis yang dijalankan Perseroan saat ini, seiring dengan pertumbuhan sektor telekomunikasi dan kebutuhan akan konsultasi manajemen yang profesional di Indonesia".

Monang Silalahi Direktur PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia yang merupakan Penjamin Pelaksana Emisi Efek memaparkan, .Perseroan telah mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 30 Juni 2025. Selama masa penawaran umum pada tanggal 2 . 8 Juli 2025, saham PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk mendapatkan minat yang cukup positif dari para investor dan kami yakin seluruh saham yang ditawarkan dapat terserap dengan baik".

Selanjutnya beliau menjelaskan dari aksi korporasi ini, dana yang diraih perseroan dari IPO, seluruhnya setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk :

1. Sekitar 44,39% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan berupa pembelian persediaan.

2. Sekitar 29,27% akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Entitas Anak, PT Graha Prima Mentari Tbk dengan suku bunga pinjaman 9% dan jangka waktu pinjaman 5 tahun. Selanjutnya, mengingat rencana ekspansi yang akan dilakukan Perseroan setelah penawaran umum, dana yang dikembalikan dari pelunasan pinjaman akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, khususnya untuk mendukung pengembangan usaha. Pinjaman yang diberikan tersebut kemudian akan digunakan oleh PT Graha Prima Mentari Tbk untuk:

(a) Sekitar 33,33% akan digunakan PT Graha Prima Mentari Tbk untuk Pembelian tanah yang memiliki sumber mata air untuk keperluan pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK);

(b) Sekitar 33,33% akan digunakan PT Graha Prima Mentari Tbk melunasi utang pokok kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk;

(c) Sekitar 30,00% akan digunakan PT Graha Prima Mentari Tbk untuk Pembelian Mesin yang akan digunakan untuk melakukan produksi pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan;

(d) Sisanya akan digunakan PT Graha Prima Mentari Tbk untuk modal kerja namun tidak terbatas berkaitan dengan Pabrik AMDK yang akan dibangun, hal ini meliputi: Gaji Karyawan, Bahan Baku, Listrik.


3. Sekitar 26,34% akan digunakan untuk pembelian tanah dan bangunan milik pihak afiliasi Perseroan yaitu Agus Susanto yang merupakan direktur utama sekaligus pemegang saham Perseroan. Tanah dan bangunan tersebut berlokasi di Jl.Tuparev No. 87 A, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. (end)


Kembali ke Blog