02229416
IQPlus, (23/1) - PT PAL Indonesia mulai mengerjakan kapal pesanan Filipina jenis Landing Dock yang ditargetkan selesai dan bisa dikirim pada 2026.
Pengerjaan tersebut, ditandai dengan "Ceremony of Keel Laying Landing Dock & First Steel Cutting Landing Dock" atau peletakan lunas Landing Dock yang merupakan awal dari konstruksi kapal sekaligus merupakan hari kelahiran kapal.
Direktur Utama PAL Kaharuddin Djenod, usai kegiatan di Divisi Kapal Niaga PT PAL Surabaya, Senin, mengatakan kapal yang masuk kelas Lioyd's Register (LR) tersebut memiliki total berat sebesar 7.200 ton, memiliki kecepatan maksimal 16 Knot, kecepatan jelajah 13 knot dan daya tahan jelajah selama 30 hari.
"Sedangkan jangkauan operasinya sejauh 9.360 Nanometer dan mampu membawa maksimum penumpang 680 orang," katanya.
Ia mengatakan, kapal perang Landing Dock Philippine ini membuktikan tingkat kepercayaan negara sahabat terhadap industri pertahanan dalam negeri.
"Dengan Filipina, dua kapal sudah di ekspor dan saat ini sedang kontrak lagi. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan negara sahabat terhadap industri pertahanan kita," katanya.
PT PAL Indonesia juga menargetkan dapat meraih nilai kontrak carry over atau berlanjut dari satu periode ke periode berikutnya, sebesar Rp60 triliun hingga akhir 2024, karena saat ini telah mampu menembus pasar global berkat dukungan pemerintah.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, usai seremoni kegiatan Peletakan Lunas Landing Dock milik Filipina Divisi Kapal Niaga PT PAL Surabaya, Senin, mengatakan hal tersebut menunjukkan peran penting Pemerintah Indonesia sebagai promotor kapabilitas insinyur dalam negeri.
"Sebelumnya kami bisa meraih nilai kontrak hingga Rp37 triliun. Sepanjang 2024 ini, PT PAL terus intensifkan kinerja dalam pemenuhan target kemajuan sejumlah proyek strategis, baik untuk kebutuhan alutsista dalam negeri maupun tingkat global," katanya. (end/ant)