06639667
IQPlus, (7/3) - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merampungkan pembangunan 50 unit rumah khusus bagi warga Kariuw, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.
"Proses pembangunan rumah ini tidak mudah karena diawali dengan kejadian yang penuh duka dan air mata sehingga apa yang diberikan negara kepada rakyat harus kita jaga bersama," kata Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif di Ambon, Kamis.
Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan penyerahan kunci dan pemanfaatan rumah khusus kepada masyarakat Kariuw ditandai dengan pemberian kunci rumah secara simbolis di Gereja Ebenhaezer, Negeri Kariuw.
Sebelumnya sebanyak 1.370 warga Kariuw atau 330 KK memilih mengungsi ke desa tetangga Aboru usai bentrok dengan negeri Pelauw, Ori pada 26 Januari 2022 karena masalah tapal batas tanah.
Pada 15 November 2022, warga Negeri Pelauw dan Kariuw, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah akhirnya sepakat untuk berdamai dan mengakhiri konflik sosial yang terjadi sejak Januari 2022.
Kesepakatan berdamai antara kedua belah pihak dilakukan melalui penandatanganan akta kesepakatan damai ditandatangani Penjabat Negeri Kariuw Samuel Jory Radjawane serta Radja Pelauw Rasyad Effendi Latucosina, di Ambon.
Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat agar dapat menjaga keamanan, kedamaian dan meningkatkan persaudaraan di Pulau Haruku.
"Saya punya kewajiban dan tanggung jawab besar dalam proses penyelesaian konflik di Kariuw dan Pulau Haruku. Jadikan peristiwa tersebut sebagai introspeksi bagi semua pihak agar tidak terulang kembali," ujarnya. (end/ant)