33836950
IQPlus, (4/12) - Pemerintah Inggris mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah menyetujui kemitraan dengan Qatar yang akan membuat negara Teluk tersebut menginvestasikan 1 miliar Poundsterling dalam teknologi iklim.
"Kemitraan ini diharapkan dapat menciptakan ribuan pekerjaan yang sangat terampil selama masa berlakunya dan akan menyaksikan peluncuran pusat teknologi iklim terkemuka dunia di seluruh Inggris dan Qatar untuk mempercepat pengembangan teknologi ramah iklim," menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan selama kunjungan kenegaraan oleh Emir Tamim bin Hamad Al-Thani.
Kelompok industri Inggris Rolls-Royce, yang memproduksi mesin pesawat terbang, akan menerima investasi untuk program yang didedikasikan untuk efisiensi energi, kata pernyataan tersebut.
Investasi Qatar dalam ekonomi Inggris diperkirakan lebih dari 40 miliar poundterling dan emirat tersebut mengindikasikan pada tahun 2022 bahwa mereka bermaksud untuk menginvestasikan 10 miliar poundsterling lagi pada tahun 2027.
Siaran pers tersebut juga mengatakan kedua negara akan membuat akademi gabungan kedokteran genomik, yang menggunakan informasi dari pengurutan genom, dan komisi gabungan untuk penelitian kecerdasan buatan (AI).
Emir Qatar disambut pada hari Selasa oleh Raja Charles III pada awal kunjungan kenegaraan di mana ia juga akan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Keir Starmer, yang ingin merundingkan kesepakatan perdagangan dengan monarki Teluk.
Inggris telah berupaya mendapatkan pakta perdagangan baru sejak keluar dari Uni Eropa dan pada akhir tahun 2021 memulai pembicaraan dengan Dewan Kerjasama Teluk (CCG), yang beranggotakan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman.
Namun, sebuah komite parlemen tahun lalu mengatakan pemerintah Inggris seharusnya "tidak mengorbankan nilai-nilai Inggris", khususnya terkait hak asasi manusia dan lingkungan.
Inggris telah bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), menandatangani pakta perdagangan dengan Australia dan Selandia Baru, serta sedang berunding dengan India. (end/Reuters)