05233263
IQPlus, (22/2) - Investasi Amerika Serikat (AS) pada pembangkit listrik tenaga angin dan surya mencapai rekor tertinggi pada tahun lalu. Namun tingkat ekspansi yang dramatis tersebut masih jauh dari tingkat yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan perubahan iklim negara tersebut.
Mengutip The Business Times, Kamis, 22 Februari 2024, sebuah laporan gabungan yang dibuat para peneliti dari Universitas Princeton, Institut Teknologi Massachusetts, Rhodium Group, dan lembaga nirlaba Energy Innovation menganalisis kemajuan AS dalam melakukan investasi yang diperlukan untuk mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 40 persen pada 2030.
Instalasi besar energi bersih untuk utilitas terhambat oleh penundaan perizinan dan interkoneksi jaringan serta tantangan dalam pengadaan peralatan, kata laporan itu. Sementara penjualan kendaraan listrik memenuhi perkiraan para peneliti.
IRA memberikan kredit pajak yang besar untuk kendaraan listrik dan teknologi energi bersih seperti pembangkit listrik tenaga angin dan surya. Kendaraan tanpa emisi menyumbang 9,2 persen dari penjualan kendaraan ringan tahun lalu, berada pada kisaran tertinggi yang diproyeksikan sebesar 8,1 persen hingga 9,4 persen, menurut laporan tersebut.
Pertumbuhan penjualan kendaraan listrik tahun ini kemungkinan berada di bawah peningkatan sebesar 50 persen pada tahun lalu, kata kelompok tersebut, namun akan tetap berada pada jalur untuk memenuhi tujuan iklim AS jika dipertahankan dalam kisaran 30 persen hingga 40 persen.
Pembangkitan dan penyimpanan listrik tanpa emisi melonjak 32 persen tahun lalu menjadi 32,3 gigawatt, namun tertinggal dari model kelompok penelitian yang menyerukan penambahan tahunan sebesar 46 GW menjadi 79 GW.
AS harus menambah kapasitas sebesar 60 GW hingga 127 GW pada tahun ini agar tetap berada pada jalurnya, kata laporan tersebut, seraya menambahkan bahwa instalasi kemungkinan besar tidak akan mencapai kisaran tersebut. (end/ba)