33652935
IQPlus, (2/12) - Indonesia dan Kanada pada hari Senin (2 Des) menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Cepa) yang bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi antara kedua anggota G20, tiga tahun setelah negosiasi dimulai.
Perjanjian tersebut akan berlaku pada tahun 2026 dan ditandatangani di Jakarta oleh menteri perdagangan kedua negara.
Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, mengatakan Indonesia menghargai dukungan Kanada terhadap rencananya untuk memprioritaskan sektor mineral kritisnya, yang sangat penting bagi pertumbuhan berkelanjutannya.
"Bersama-sama, kita memajukan pengelolaan mineral penting yang berkelanjutan, mendukung target nol emisi Indonesia pada tahun 2060, dan mendorong investasi Kanada sekaligus mendorong pertumbuhan hijau di kedua negara," katanya dalam konferensi pers bersama.
Indonesia memiliki banyak endapan timah, tembaga, dan bauksit, serta merupakan sumber bijih nikel terbesar di dunia.
Indonesia berupaya untuk mengekstraksi lebih banyak nilai dari mineral tersebut dengan menarik investasi dalam pemrosesannya dan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.
Amerika Serikat pada bulan Juli mengatakan telah mendekati Indonesia untuk bergabung dengan kemitraan keamanan mineral multinasional yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan rantai pasokan mineral penting yang berkelanjutan. Indonesia juga membuat perjanjian dengan Inggris pada bulan September untuk bekerja sama dalam bidang mineral penting.
Perdagangan dua arah antara Indonesia dan Kanada mencapai US$3,4 miliar tahun lalu, menurut Kementerian Perdagangan Indonesia. Kanada memperkirakan perdagangan bilateral mencapai US$5,1 miliar pada tahun 2023.
Ekspor utama Kanada ke Indonesia adalah pupuk produk pertanian, sementara Indonesia terutama mengekspor mesin dan mesin listrik, serta pakaian dan alas kaki.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto bertemu selama pertemuan puncak para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Peru bulan lalu.
Prabowo saat itu mengatakan bahwa ia mencari lebih banyak kerja sama di sektor perikanan, manufaktur, dan energi terbarukan. (end/Reuters)