31058095
IQPlus, (6/11) Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu ditutup merosot seiring pasar menunggu dan mengantisipasi hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) dan Federal Open Market Committee (FOMC) AS.
Pada akhir perdagangan Rabu, rupiah turun 98 poin atau 0,623 persen menjadi Rp15.828 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.730 per dolar AS.
"Rupiah hari ini melemah dipengaruhi oleh faktor eksternal antisipasi hasil meeting the Fed besok waktu AS," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta, Rabu.
Pasar mengantisipasi pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) AS untuk melihat arah suku bunga kebijakan AS ke depan.
Dari domestik, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 4,95 persen year on year pada triwulan III-2024, berada di bawah perkiraan pasar.
"Pertumbuhan ekonomi di bawah 5 persen berdampak negatif terhadap rupiah dan ini berarti pertumbuhan ekonomi tidak pernah menjauh dari 5 persen yang berarti stagflasi yang panjang atau stagflasi sekuler," ujarnya. (end)