33355890
IQPlus, (30/11) - Emiten pengelola jalan tol, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (IDX:CMNP) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 5 triliun di tahun 2024. Hal itu disampaikan Direktur CMNP, Hasyim, dalam Public Expose Tahunan, yang digelar Kamis, (30/11/2023).
Hasyim menuturkan, adapun belanja modal tahun depan akan bersumber dana hasil kombinasi antara kas interna dan pinjaman perbankan. Namun demikian, Perseroan juga mengkaji sumber pendanaan lain seperti aksi korporasi di pasar modal baik pelaksanaan waran dan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).
"Selain dari ekuiti, mungkin akan ada tambahan pinjaman dari beberapa bank. Kami juga bisa melakukan exercise waran dan melakukan aksi korporasi di yang telah mendapat efektif dari OJK. Namun, kami akan tetap mempertimbangkan terlebih dahulu terkait perolehan sumber pendanaan capex 2024," katanya.
Lebih lanjut Hasyim menjelaskan, belanja modal sebesar Rp 5 triliun di tahun 2024 tersebut, untuk mendukung kelancaran pembangunan proyek - proyek tol Perseroan. Akan tetapi, sebagian besar diperuntukan untuk menyelesaikan pembangunan ruas tol layang pelabuhan II atau Habour Road II Elevated.
"Kami harapkan progress Habour Road II Elevated pada tahun depan mencapai 42,62% dan dapat dioperasikan tahun 2025," pungkasnya.
Terkait kinerja keuangan tahun 2024, Hasyim mengatakan, Perseroan menargetkan dapat mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,936 triliun di sepanjang tahun 2024. Angka ini alami kenaikan sekitar 9,9% jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang diperkirakan akan sebesar Rp3,579 triliun.
Menurut Hasyim, target itu ditopang perkiraan taksiran trafik di lima ruas jalan ton perseroan sepanjang tahun 2024. Rincianya, trafik di ruas tol JIUT ditaksir mencapai 555.584, ruas tol Waju 62.725, ruas tol Soroja 44.074, ruas tol Desari 97.660 dan ruas tol Cisumdawu.
Hasyim juga menjelaskan, pendapatan perseroan akan meningkat seiring dengan telah beroperasinya ruas Cisandawu terutama pada masa perayaan Nataru (Natal dan tahun baru). "Kami targetkan pendapatan dari Cisandawu mencapai Rp258 miliar pada tahun 2023 atau 10% dari total pendapatan. Sedangkan di tahun 2024 mencapai Rp446 miliar atau 15% dari total pendapatan," tegasnya.
Namun dia bilang laba perseroan sepanjang tahun 2024 hanya Rp825 miliar atau turun dibanding tahun 2023 yang ditaksir mencapai Rp1,495 triliun. "Penurunan laba tahun 2024, itu karena beban bunga pinjaman pembiayaan Cisandawu," ungkapnya. (end)