16348520
IQPlus, (13/6) - Singapura dan Indonesia pada hari Jumat menandatangani tiga nota kesepahaman (MOU) tentang perdagangan listrik lintas batas, penangkapan dan penyimpanan karbon, dan kawasan industri berkelanjutan.
Menteri Energi dan Sains dan Teknologi Singapura Tan See Leng dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia menandatangani perjanjian tersebut selama kunjungan Singapura ke Jakarta.
MOU tersebut menandai komitmen bersama "untuk menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan guna memungkinkan transisi energi bersih, memfasilitasi dekarbonisasi industri, dan menghasilkan investasi dalam pengembangan kegiatan terkait keberlanjutan," kata Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) dalam sebuah pernyataan pers.
Nota Kesepahaman perdagangan listrik ini dibangun berdasarkan kerja sama sebelumnya antara kedua negara. MTI dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia bertujuan untuk memfasilitasi kebijakan, kerangka regulasi, dan pengaturan bisnis yang diperlukan untuk melaksanakan perdagangan lintas batas tersebut dalam tahun depan.
Kelompok kerja bersama yang dibentuk berdasarkan Nota Kesepahaman penangkapan dan penyimpanan karbon akan mempelajari komponen-komponen perjanjian antarpemerintah yang mengikat secara hukum di bidang ini. Perjanjian semacam itu akan diperlukan untuk pelaksanaan proyek-proyek penangkapan dan penyimpanan karbon lintas batas, kata MTI.
Terakhir, berdasarkan Nota Kesepahaman untuk kawasan industri berkelanjutan, gugus tugas bersama yang dibentuk oleh MTI dan ESDM akan mempelajari pengembangan industri-industri potensial di dalam kawasan tersebut di Bintan, Batam, dan Karimun. Perjanjian ini mencerminkan pengakuan kedua negara akan pentingnya memberikan kepastian regulasi untuk proyek-proyek energi terbarukan, yang pada gilirannya akan menciptakan investasi spin-off di Indonesia, kata MTI.
Menyebut nota kesepahaman tersebut sebagai "tonggak penting" dalam kemitraan berkelanjutan Singapura dengan Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Dr Tan mengatakan: "Nota kesepahaman tersebut mencerminkan tekad kedua negara untuk menjalankan inisiatif rendah karbon dan berfokus pada keberlanjutan yang berdampak."
Prabowo dijadwalkan mengunjungi Singapura pada 16 Juni untuk menghadiri retret para pemimpin, di mana ia diharapkan bertemu dengan Perdana Menteri Lawrence Wong dan Presiden Tharman Shanmugaratnam. (end/bussinesstimes.com)