33732338
IQPlus, (4/12) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada gelaran COP28 memaparkan cara industri hulu migas mengurangi emisi karbon.
Adapun, United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Conference of the Parties ke-28 (COP28) digelar pada 30 November-12 Desember 2023, di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro saat talkshow di Paviliun Indonesia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan industri hulu migas di Indonesia telah menempatkan lingkungan berkelanjutan sebagai salah satu target dalam rencana dan strategi Indonesia Oil & Gas 4.0.
Menurutnya, apa yang dilakukan industri hulu migas telah sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dan mewujudkan target net zero emission (NZE) di 2060.
Kegiatan dalam rangka mendukung low carbon iniciative, di antaranya melalui regulasi, manajemen energi, zero flaring, proyek carbon capture and storage (CCS) maupun carbon capture utilization and storage (CCUS), mengurangi emisi dalam setiap aktivitas hulu migas serta melakukan reforestrasi atau penghijauan kembali.
Hudi menyampaikan kebutuhan energi migas di Indonesia terus meningkat. Menurut dia, secara persentase kontribusinya menurun tetapi secara volume bertambah.
Ia mengatakan berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), kebutuhan minyak di 2050 akan meningkat 139 persen dan gas meningkat 298 persen.
"Artinya, eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru harus terus dilakukan karena selain kebutuhan yang meningkat, potensi migas di Indonesia masih menjanjikan. Dari 128 cekungan yang sudah berproduksi saat ini sebanyak 20 cekungan," ujar Hudi. (end/ant)