04349244
IQPlus, (13/2) - Bulog Bali mendatangkan sebanyak 8.200 ton hingga akhir Februari 2024 sebagai salah satu upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok tersebut.
"Jadi stok beras kami menjadi 11 ribu ton," kata Pimpinan Wilayah Bulog Bali Sony Supriyadi di Denpasar, Selasa.
Ia mengungkapkan saat ini stok beras medium di enam gudang Bulog di Bali mencapai sekitar 2.800 ton.
Sedangkan penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga masih disalurkan ke ritel yang bekerja sama dengan Bulog Bali.
Ia memperkirakan kenaikan harga beras medium di sejumlah daerah termasuk di Bali disebabkan karena penghentian sementara program bantuan pangan terkait penyelenggaraan Pemilu 2024.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah meminta Bulog untuk menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan mulai 8-14 Februari 2024.
Sementara itu Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Kabupaten Lebak-Pandeglang Banten, kembali mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mengendalikan harga pangan di pasaran.
"Kita pekan ini mendistribusikan beras SPHP sebanyak 1.700 ton dan sebelumnya 1.200 ton ke pasar tradisional di daerah itu," kata Kepala Cabang Perum Bulog Divre Lebak-Pandeglang Umar Said di Lebak, Selasa. (end/ant)