31728779
IQPlus, (13/11) - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) akan menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun yang merupakan bagian dari penerbitan obligasi berkelanjutan VI Tower Bersama dengan target Rp20 triliun.
Dalam prospektusnya Selasa (12/11) Obligasi tersebut terdiri dari 2 seri yaitu seri A sebesar Rp1,24 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,45% berjangka waktu 370 Hari selanjutnya seri B sebesar Rp756,9 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,75% berjangka waktu 3 tahun sejak Tanggal Emisi.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, di mana Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 3 Maret 2025, sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus pelunasan Obligasi akan dibayarkan pada tanggal 13 Desember 2025 untuk Obligasi Seri A dan tanggal 3 Desember 2027 untuk Obligasi Seri B. Pelunasan masing-masing seri Obligasi akan dilakukan secara penuh ( bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi biaya -biaya Emisi, akan digunakan sebesar Rp1.513,1 miliar untuk mendanai seluruh kewajiban Perseroan dalam rencana pelunasan seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2023 yang akan jatuh tempo pada tanggal 15 Desember 2024.
Adapun sebesar Rp230 miliar untuk melakukan pembayaran atas sebagian pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan sisanya untuk melakukan pembayaran atas sebagian pokok utang kepada PT Bank UOB Indonesia ( PT UOB).
TBIG telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT. Fitch Rating Indonesia dengan peringkat idAA+.
PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT OCBC Sekur itas Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi dan Bank Tabungan Negara sebagai Wali amanat.
Sementara itu masa Penawaran Umum pada 25 . 27 November 2024 dan tanggal Penjatahan pada 29 November 2024, sementara itu tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik pada 3 Desember 2024 dan Pencatatan di Bursa Efek Indonesia jatuh pada tanggal 4 Desember 2024. (end)