01457206
IQPlus, (15/1) - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) melaporkan status terbaru terkait pengelolaan saham hasil pembelian kembali (buyback) atau saham treasuri hingga akhir periode tahun 2025.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (15/1), bank digital pionir produk "Tunaiku" ini tercatat belum merealisasikan pengalihan atau penjualan kembali saham treasuri tersebut kepada publik maupun pihak lain sepanjang periode transaksi Desember 2025.
Sekretaris Perusahaan Bank Amar, Elsa Enda Dwita Purba, menjelaskan bahwa jumlah saham yang dijual atau dialihkan pada periode laporan per 31 Desember 2025 adalah nol. Dengan nihilnya aktivitas pengalihan pada pengujung tahun lalu, akumulasi saham hasil buyback yang masih tersimpan dalam portofolio perseroan tidak mengalami perubahan. Langkah pelaporan ini merupakan bentuk kepatuhan perseroan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai transparansi informasi emiten.
Hingga saat ini, Bank Amar tercatat masih mengantongi sisa saham hasil buyback sebanyak 367.421.455 lembar saham. Cadangan saham treasuri yang cukup signifikan ini memberikan fleksibilitas strategis bagi perseroan di masa depan, baik untuk dialihkan melalui program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen (ESOP/MSOP), dijual kembali ke pasar saat kondisi likuiditas membutuhkan penguatan, maupun sebagai bagian dari skema aksi korporasi lainnya.
Manajemen menegaskan bahwa ketiadaan transaksi pengalihan saham treasuri ini tidak memberikan dampak material terhadap kelangsungan usaha maupun kondisi keuangan operasional bank. (end)