01927159
IQPlus, (20/1) - PT Vale Indonesia Tbk menyatakan, pemulihan dampak kebocoran pipa marine fuel oil (MFO) dari pelabuhan menuju pabrik yang terjadi pada 23 Agustus 2025 telah selesai, termasuk pembersihan aliran yang sempat terdampak.
Direktur Utama PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto mengatakan, pipa yang membawa MFO dari Pelabuhan Balantang ke pabrik memiliki panjang sekitar 60 kilometer. Ia menyebut kebocoran diduga dipicu pergeseran tanah setelah rangkaian gempa.
"Kebocoran terjadi pada tanggal 23 Agustus tahun 2025," kata Bernardus dalam RDP Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, respons awal perusahaan difokuskan pada mitigasi dampak dengan membersihkan minyak yang sempat masuk ke saluran irigasi dan sungai.
Perusahaan juga melakukan pendataan dampak dan mengambil sampel secara rutin di sejumlah titik untuk memastikan klaim pemulihan sesuai kondisi lapangan.
"Pada saat ini statusnya bahwa recovery atau pemulihan itu sudah selesai," ujar dia.
Bernardus mengatakan, perusahaan menyewa lahan sawah yang terdampak untuk memastikan pemulihan tanah dapat dilakukan secara terkendali. Ia menambahkan pemilik sawah menerima kompensasi hasil panen selama masa sewa pemulihan.
"Kalau misalkan satu tahun belum cukup, kami sewa lagi. Sampai itu pulih," ucap dia.
Dalam sesi rapat yang sama, Bernardus menekankan perusahaan melakukan environmental and social impact assessment (ESIA) sebelum operasi maupun proyek dimulai, untuk memetakan dampak dan langkah mitigasi.
Ia menyinggung isu kualitas air, deforestasi, emisi karbon, serta hak asasi manusia yang kerap menjadi sorotan terhadap industri nikel.
Bernardus mencontohkan mitigasi kualitas air dilakukan dengan pemetaan aliran air larian tambang dan pembangunan kolam pengendapan agar air yang dilepas ke badan air memenuhi baku mutu. Ia juga menyebut pembangunan fasilitas pembibitan sebagai bagian dari persiapan rehabilitasi lahan.
Bernardus menambahkan PT Vale mengikuti proses audit dari Institute for Responsible Mining Assurance (IRMA) dan menyebut rilis laporannya diperkirakan sekitar Maret 2026. (end/ant)