05459396
IQPlus, (24/2) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dapat mempercepat pembiayaan untuk proyek-proyek strategis nasional (PSN).
Yuliot menyampaikan pembentukan Danantara membuat Indonesia memiliki modal sekitar 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp14.680 triliun (kurs Rp16.310).
"Jadi, dengan adanya kekuatan 900 miliar dolar AS ini, kita akan bisa melakukan percepatan pembiayaan untuk proyek-proyek strategis dan prioritas secara nasional," ucap Yuliot dalam Rapat Kerja dengan Komite II DPD RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin.
Adapun proyek-proyek strategis nasional yang dimaksud meliputi proyek hilirisasi. Dalam kesempatan tersebut, Yuliot menjelaskan bahwa pemerintah sudah memiliki Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang pembentukannya berlandaskan kepada Pasal 3 Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
Satgas tersebutlah yang nantinya akan mendorong peningkatan koordinasi perumusan kebijakan dan regulasi dengan kementerian, lembaga, dan/atau pemerintah daerah.
"Dengan adanya perubahan Undang-Undang Minerba ini, kami melihat prioritas ini sudah bisa kita jadikan payung hukum untuk percepatan hilirisasi," kata dia. (end/ant)