05731423
IQPlus, (27/2) - Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo mengaku khawatir kelebihan kapasitas manufaktur Tiongkok akan berdampak terhadap perekonomian global, meskipun krisis ekonomi Tiongkok saat ini tidak akan memperlambat pertumbuhan AS dalam waktu dekat.
"Saya tidak khawatir mengenai dampak besar dari Tiongkok terhadap perekonomian AS," kata Adeyemo, mengacu pada tantangan dari sektor properti, populasi yang menua, dan memburuknya iklim bisnis bagi sektor swasta, dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 27 Februari 2024.
"Hal yang secara mendasar saya khawatirkan dari Tiongkok adalah kelebihan kapasitas yang datang dari Tiongkok dan memukul perekonomian global," tambah Adeyemo.
Ia menambahkan kapasitas produksi kendaraan listrik, panel surya, dan barang-barang lainnya yang disubsidi secara besar-besaran di Tiongkok telah mengikuti industri seperti baja dan aluminium dalam memproduksi lebih banyak barang daripada yang dapat dikonsumsi Tiongkok.
"Pada dasarnya kelebihan kapasitas akan terjadi," kata Adeyemo.
Dirinya menjelaskan tarif dan kredit pajak AS untuk kendaraan listrik dan baterainya akan membantu menjauhkan kendaraan listrik Tiongkok dari pasar AS dan memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika untuk bersaing secara lebih adil.
"Ini akan menjadi tantangan bagi perekonomian global dan ini adalah sesuatu yang sedang kita bicarakan langsung dengan Tiongkok. Mereka perlu bersaing secara setara, tidak hanya dengan Amerika Serikat, tapi dengan negara-negara di seluruh dunia," pungkas Adeyemo. (end/ba)