04737809
IQPlus, (17/2) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk sukses menyelesaikan proyek Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.
Keberhasilan ini tidak lepas dari para pekerja yang hampir 80 persennya merupakan tenaga lokal.
Kini usai dibangun, proyek senilai Rp1,7 triliun ini dapat mendukung kestabilan pasokan air irigasi yang mengaliri lahan pertanian seluas 12.194 hektare (ha).
Memiliki kapasitas tampung sebanyak 128 juta meter kubik (m3), bendungan ini dapat menyediakan air baku sebanyak 900 liter per detik.
Pasokan air itu berdampak pada ketahanan pangan (food estate) serta ketahanan air.
Selain itu, adanya proyek bendungan ini turut mnyerap tenaga kerja serta meningkatkan aktivitas ekonomi yang berimbas positif pada kenaikan penghasilan, saving, dan daya beli masyarakat yang semakin tinggi.
Baru-baru ini, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU Lilik Retno Cahyadiningsih meninjau langsung ke lokasi bendungan.
Menurutnya, pembangunan proyek tersebut sangat diperlukan karena memiliki banyak manfaat.
"Tidak hanya bermanfaat untuk irigasi atau air baku saja, tetapi juga berpotensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 137 MegaWatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PMLTH) sebesar 1,22 MW," ujarnya.
Ia menambahkan, bendungan tersebut juga memberikan manfaat irigasi bagi Daerah Irigasi (DI) Baro Raya.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, output daya listrik yang besar itu akan menjamin ketersediaan akses listrik untuk mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, rumah tangga, dan produksi. (end)