29151304
IQPlus, (18/10) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menghadirkan program ekonomi biru, hijau dan silkular atau Blue Green and Circular Economy (BGCE) sebagai mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Kami harapkan program ini bisa menciptakan pariwisata yang berkualitas dan menunjang pengurangan karbon. Dan kita sekarang baru ada empat sektor kawasan pariwisata seperti diantaranya hotel yang mengakomodasi makan minum hingga transportasi, ini juga kita harapkan menjadi pilot projek untuk penerapan program ini," kata Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Rizki Handayani usai menghadiri launching dan kick off Program BGC Sektor Pariwisata di Tangerang, Jumat.
Ia mengungkapkan, kebijakan serta program BGCE ini bertujuan untung pengurangan emisi karbon, pelestarian sumber daya alam, budaya, serta tradisi lokal.
Sementara di sektor ekonomi kreatifnya, pengembangan didasarkan pada ruang kreativitas, inovasi, serta penguatan kekayaan intelektual.
"Jadi saat ini untuk market di internasional sendiri sudah menerapkan aspek-aspek keberlanjutan ini. Jadi kalau kita tidak bergerak ke arah sana, maka kita akan kehilangan market wisatawan," katanya.
Ia mengungkapkan, sebagai menunjang pariwisata berkualitas itu, pemerintah memiliki komitmen yang kuat dalam mengeksplorasi praktik terbaik dalam melakukan dekarbonisasi dan aksi iklim di sektor pariwisata, serta tanggung jawab yang kuat terhadap keberlanjutan dan ketahanan iklim.
Kendati demikian, seluruh lembaga terkait hingga pemerintah tingkat daerah diharapkan segera mengimplementasikan gerakan ekonomi biru, hijau dan silkular di sektor pariwisata yang ada.
"Dan program ini nantinya akan dilanjutkan oleh pemerintah baru. Maka sekarang kami sudah mengajak seluruh asosiasi industri pariwisata sebagai mengawal dari kebijakan program BGCE," ungkap dia. (end/ant)